Sedikit Tentang Nana ( bukan nama sebenarnya )

Kita sebut saja namanya Nana yah. Pertama kali sy bertemu dengannya saat sy mengantar Gaby di hari pertamanya ke sekolah. Dari kejauhan sy sudah melihat ada sesuatu yang berbeda dengan Nana. Ketika saya mendekatinya, ternyata benar, dia unik karena dia Down Syndrome (DS).

Waktu itu sy sempat bingung dengan sekolah Gaby ini, gimana bisa membaurkan semua anak seperti itu. Bukan ga seneng kalau anak sy bergaul dengan penderita DS, sama sekali tidak. Cuma sy pikir kan anak begini perlu penanganan khusus yah. Baru kemudian sy menyadari bahwa di sekolah itu semua pendekatannya adalah pribadi ke pribadi. Lagian mereka ga diajarin calistung, hanya bagaimana berkehidupan sosial. Jadi malah semakin heterogen akan semakin bagus kan. Selain Nana, masih ada dua anak lg dengan keunikan yg mirip.

Nana adalah anak yang ceria. Dan entah kenapa dia mencuri perhatian sy. Selain Kiran yang adalah teman dekat Gaby, dan Jemy bocah bule perempuan yg selalu diantar jemput naik sepeda yg mana mommy nya naik sepeda besar dan dia mengikuti dengan sepeda kecil (sekalipun hujan lebat), Nana adalah anak yang cukup mencuri perhatian sy. Bukan karena dia DS, tp karena menurut sy dia sangat manis.

Kalau secara bentuk wajah, rata2 penderita DS memiliki kemiripan. Tapi Nana sangat manis karena setiap saat sy melihat dia (mungkin orang lain juga) dia akan tertawa atau senyum lebar sampai bola matanya tak terlihat lagi. Tawa/senyum itu tidak lepas sampai sy beranjak pergi. Sekali waktu sy mencoba menoleh ke belakang dan dia masih dengan senyumannya, hingga sy mungkin hampir tak terlihat lagi baru dia kembali dalam aktivitasnya.

Setiap pagi ayahnya yang luar biasa akan mengantarnya dan kemudian ayahnya juga yang menjemputnya. Menurut sy beliau memang luar biasa, tak sekalipun dia terlihat jenuh menghadapi Nana (sepenglihatan sy), padahal sy aja sesekali lelah rasanya menghadapi Gaby. Terkadang dia menggandeng Nana, di lain waktu dia menggendongnya. Dan sepanjang perjalanan mereka bercanda, keduanya terlihat tertawa, sangat mesra. Pernah sy memandangi sampai mobil mereka yang berkaca transparan berlalu, di dalam mobil pun mereka tertawa2 berdua.

Para Miss di sekolah juga kelihatan menyayangi Nana. Pagi2 ketika Nana datang mereka beramai2 menyambut dengan ceria, mungkin karena mereka tau sambutan mereka akan direspon hangat oleh Nana dengan senyum lebar. Saat pulang pun mereka melepas Nana dengan hangat. Sy tidak tau sudah berapa lama Nana bersekolah di sana, sepertinya sih sudah cukup lama.

Lalu bagaimana dengan Gaby? Dia selalu bahagia berteman dengan Nana. Seringkali siang2 sy jemput dia sedang menggenggam secuil kripik ubi ungu, hanya secuil. Saat sy tanya itu apa, dia jawab : Ini kripik dari Nana mami, Gaby ga mau abisin, mau simpan aja”. Di kesempatan lain Gaby bilang : “Ini dari Nana mami, Gaby mau kasih Cassie (anak kecil di tempat penitipan)”. Dan entah kenapa itu selalu secuil, sebesar mata ikan nila. Mungkin sebelumnya Gaby sudah makan bagian besarnya, lalu dia menyisakan entah karena apa.

Pernah juga saat mau tidur Gaby ngomong gini : “Mami, Gaby suka sekali sama Nana. Nana itu baik bgt lho mami. Gaby mau berteman terus dengan Nana karena Nana ga pernah nakal dorong Gaby”.

Sy jadi semakin penasaran bagaimana sih cara ayahnya yang selalu berseragam PNS itu mendidik Nana sehingga akhirnya Nana menjadi anak yang lovable. Ahhhh, mudah2an kamu selalu bahagia yah nak, tante jatuh cinta sama kamu *kiss*

kids_0

Gambar dari sini

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s