Tentang Perbedaan

perbedaan2Sumber : http://panganesia.com/wp-content/uploads/2015/09/perbedaan2.jpg

Saya punya temen yang sangat narsis dan sangat fanatik dengan dirinya sendiri. Tiap kali ada hal yang tidak sama dengan apa yang dia pikirkan dia akan ribut2 dan bikin sy pusing baca berbagai status atau hal yg dia share di akun2 sosmednya, hahaha..

Saya cuma berpikir apakah memang dunia ini akan jadi lebih indah bila diisi dengan satu warna saja. Apakah bila isi otak manusia seragam apakah memang dunia ini akan lebih baik. Tp sy pikir2, rasanya yah tidak juga.

Menurut sy kalau ada ibu yang memutuskan untuk tidak bekerja, yah sudah nikmatilah keputusan itu, jalani sebaik2nya, ga usah ngerecokin yg memutuskan untuk bekerja. Demikian pula sebaliknya. Kalau ada ibu yang memutuskan untuk memberi ASI, silakan menyusui anaknya dengan segala pengetahuan yg dia miliki, ga perlu ngerecokin ibu2 yg memutuskan untuk tidak memberi ASI pada anaknya. Yah kalau dengan bekerja atau memberi ASI si ibu merasa puas lalu berbangga hati di sosmed dengan status2 atau sertifikatnya, yah biarkan saja, tokh itu adalah prestasi baginya. Asalkan dia tidak menghakimi ibu lain dengan keputusan yg lain. Begitupun dengan ibu yg memilih menjadi SAHM, biarkan saja bila dia memposting foto2 dia melatih motorik anaknya tanpa bantuan orang lain sambil ditambah caption “sy puas bisa melakukannya sendiri, sy tidak salah memutuskan untuk tidak bekerja” asal jangan ditambah embel “para working mom tidak akan bisa mendidik anaknya sebaik yg sy lakukan”.

Berjalanlah dengan keputusan masing2 dengan sebaik2nya. Sy memutuskan untuk memeluk agama Kristen, sy akan menjalani sebaik2nya sesuai dengan kepercayaan sy. Sy mau posting ayat Alkitab apapun yah suka2 sy, selama sy tidak menjelek2kan agama lain. Harapan sy sih teman2 sy juga ga usah melecehkan agama lain, tp kalau mau posting ayat apapun atau pengetahuan2 keagamaan apapun yah monggo2 aja.

Demikian pula dengan hal lainnya sejenis

  • Anda memutuskan untuk memakai lipstick nude dan orang lain menyukai merah (silakan pakai lipstick nude mu tp tdk perlu berkomentar “isssh, lipstick merah itu sok eksis” sementara orang itu diam saat dia bisa saja berkomentar “isssh, nude itu tidak menggairahkan”)
  • Anda memutuskan untuk memakai baju tertutup, sementara orang lain pake rok pendek
  • Anda memutuskan untuk masak sendiri, sementara orang lain lebih suka beli makanan di luar
  • Anda memutuskan utk enyek2, sementara orang lain mau blak2an aja (yah saat anda berkomentar mulutnya perlu dijaga bisa aja orang lain muntah2 melihat anda seperti penjilat)
  • dll

Kita tidak pernah tahu kenapa orang lain mengambil suatu keputusan, jangan sok tau. Di saat kita menghina orang lain dengan pilihan yg dia ambil, bisa saja dia pun sedang menghina kita dengan pilihan yg kita ambil. Selama tersimpan dlm hati sih buat sy yah ga masalah, tp kalau sampai diumbar2 ke media sosial trus cari2 dukungan, nah di situ rasanya sy yg baca pengen ngulek mulut orangnya. Yah maap, abis hidup orang lain kan bukan tentang anda dan keputusan yg anda pilih, hehehe..

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s