If you are 1, 2, 3, 4, 5,,,,,you are not my friend!

Hello blog,,akhirnya sy nyampe lagi ke sini setelah semusim (bermusim-musim ding)berjauhan dengan menulis tentang kehidupan sendiri. tapi yah emang yah, klo dasarnya suka meluapkan ceritera yah akan tersiksa jg klo ga meluapkan ceritera.. aiiihhh,,muncul2 udah meluap aja.

Kali ini sy lg ga pengen berceritera tentang si anak cantik Gaby, ga pula tentang si ganteng Papi atau tentang si hangat para keluarga. Tapi ini tentang saya, perasaan saya, kekesalan saya, sejujur-jujurnya saya terkait entah siapa2. Yah,,emang entah siapa2 krn si siapa2 ini jg ga pernah secara gentle munculin muka dan ngaku ‘Yes,that’s me!”

Langsung aja, inilah dia tipe orang yang sebaiknya jauh dari hidup saya (yang memang terbukti ada orangnya):

1.Orang yang ga punya pengekang lidah

Bagian yang paling sakit adalah bagian orang yang kita anggap teman kemudian ternyata bukanlah seorang teman yah. Ya iyalah gimana ga sakit, tiap kali kita mikirin sesuatu untuk diri kita , kita teringat dia jg dan kemudian membagi yang untuk diri kita itu terhadapnya jg, eh taunya dia malah dengan seenaknya ngomongin kita di belakang hanya untuk kepuasan mulutnya. Gimana ga sakit, hanya untuk kepuasan mulutnya gitu lho.. Dan dengan naifnya dia mikir kita ga tau. Di saat posisi kita sangat terpuruk, di mana kebanyakan orang entah dikomando oleh siapa sibuk judging kita, temen kita sendiri ngomongin kita di belakang, oh my God!

Tipe orang seperti ini klo sy perhatikan suka beredar di mana-mana buat nyari bahan, barulah kemudian dia sibuk ngomongin si A ke si B, si B ke si C, si C ke si A, si C ke si B dan kadang-kadang dia ga sadar dia ngomongin si C ke si C.. nah lo kelepasan kan! Ada banget di sekitar sy yg krn mungkin terbiasa ngomongin sy ga nyadar nanyaian materi yang mungkin sering dia bahas sama orang (-orang) lain tentang saya, sehingga waktu nanya ke sy udah ga mikir lg bahwa sy kepikiran “kok bs dia nanya itu seolah-olah itu wajar dia tanya ke sy sebagai temen?”.

Orang seperti ini bener2 deh harus dibumihanguskan, gimana tidak yah. Coba bayangkan dia ada di lingkaran teman kita, dia udah kita anggap menjadi bagian diri kita sendiri, dia selalu ada dan mendengar kita berkeluh kesah. Dia membuat kita nyaman dengan kehadiran dia untuk kemudia kita berbagi cerita dengan dia tentang apaaaa saja, tapi kemudian dia membongkar hal-hal itu kepada orang lain. Padahala ada saatnya kita membutuhkan temen berceritera tentang permasalahan keluarga, hubungan dengan lawan jenis, dll. Secara waktu, bukan hitungan bulan lagi dia menjadi bagian dari kita. Tapi kemudian dia malah seenaknya bongkar cerita hanya utk dianggap “wah, dia tau yah”.

2. Orang yang menikam temennya di belakang (saya pastikan nama tengahnya adalah “pengkhianat”)

Orang ini adalah orang yang oleh lamanya waktu, berbagai kenangan, kesamaan pendapat, kesamaan pergumulan selalu ada bersama kita. Kamu mengeluhkan kesusahanmu menghadapi si A dengannya, lalu dia menimpali dengan betapa menyebalkannya si A itu. Dia bahkan kemudian menceriterakan betapa si A ini menyebalkan kepada orang-orang lain. Tapi eeeeeh, tiba2 kita mendapati dia sedang berbisik-bisik dengan si A dan ketika melihat kita mendapatinya begitu mukanya merah padam, dia salah tingkah, tiba2 mengajak kita ngobrol namun yang ada hanya kekakuan. Krn menyadari itu, kita mulai berhati2 terhadapnya dan yang terjadi adalaaaah tadaaaaa dia mampu nempel pel pel dengan si A.

Dia tidak pernah berpikir utk semua hal baik yang sudah kita berikan untuknya, dia tidak pernah mengingat (atau sengaja dilupa-lupain) untuk banyak hal yang kita korbankan, dia tidak punya malu dan menganggap kita ga apa2 diperlakukan seperti ini. Dan satu lagi, dia tinggal mengarang ceritera bahwa kita udah melakukan keburukan A, B, C ke dia sehingga dia menjauh dari kita. Padahal, kita yang udah ga mau menemani sampah sejenis ini. Dan dia lupa, bahwa di ingatan ini amsih segar betapa dulu dia ngomongin si A habis2an jauh lebih parah dari yang kita omongin.

3. Orang yang maunya diaaa aja yang enak

Bagi orang ginian mah, klo dia bahagia tapi kita tidak yah ga ada masalah. Tapi coba klo kita yang bahagia, dia tidak. oooooh, dia bisa mengklaim bahwa kita yang mencuri kebahagiaan dia. Ini orang suka cemburuan ga jelas tapi ga mau ngaku malah berlindung di balik perkataan2 suci atau quote2 bagus bahwa dia sangat berbesar hati. Baginya, teman adalah orang yang selevel (atau lebih) ada di bawah dia dalam berbagai aspek, ga mikir klo temennya mau berhitung jg dia ga nyampe seujung dengkul. Tipe ini cocok berteman dengan jenis yang mau dibabu2in gitu. Jadi, klo saya yah maaaaap ga level, sori!

4. Orang yang ga kenal/ga tau apa2 tapi sok ngomong banyak

Orang ini bisa bgt ngomong “A udah berubah”, “A terpengaruh sama si B”, “A sekarang sombong sejak bla bla bla”, padahaaaaal A dan dia tidaklah dekat. Bagaimana dia bisa tau A berubah klo dia pun tidak kenal A dr dulu, bagaimana dia tau A terpengaruh si B klo dia ga tau watak dan karakter A, dari mana dia tau A sombong klo A ga pernah ngomong apa2 ke dia dan saat bertemu pun hanya selalu melempar senyum atau sapaan kecil saja. Fiuuuhhh, orang ini bikin cape ati. Dan yg paling males adalah ketika orang pengen ngomongin lo tp dia ga menemukan kesalahan lo, yg mampu terucap hanyalah “dia sombong”. Ngasal!

Dan juga klo memang benar berubah pun, belum tentu itu dilatarbelakangi dari pihak “A” nya saja, bisa jd krn dia udah jadi bla bla bla orang merasa tidaks senang sehingga A jadi tidak sehangat dulu lagi, bisa jadi juga A krn dikhianati teman jd lebih susah percaya sama orang lain. Tapi emang enak sih nyalahin orang yang terpuruk yah, soalnya dia sedang tidak berenergi untuk membalas. Lagian enak kan masuk ke dalam arus keramaian tanpa ketauan, yah jd pengecut gitu deh.

5. Orang yg hobi bgt liat orang marah, sedih, susah.

Nah ini mah terjemahin sendiri aja yah dan silakan dibayangin pondasi hatinya jg tiang2 penyangga hatinya.

 

Udah ahhhhhhh,, sy jg mau sampaikan klo ada orang yg dinilai jelek krn dianggap ini itu ana anu, bukan berarti kita tidak bisa berteman dgn orang itu. Krn bisa jadi bukan orang itu yang jelek, tp orang yg menuding lah yg ada dlm 5 golongan orang di atas. Dan ketika kita berteman dengan orang itu, bukan berarti kita menjadi sama dalam segala hal dengan orang itu, bisa jadi hanya ada satu atau dua kesamaan sejenis : ga suka sama 5 tipe di atas.fake friends

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s